Subscribe

Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Wednesday, November 26, 2008

China Turunkan Bunga, Bursa Asia Bergairah

China Turunkan Bunga, Bursa Asia Bergairah

http://iklan007.blogspot.com

Jakarta
(ANTARA News) - Harga saham di hampir semua bursa Asia naik menyusul
keputusan bank sentral China memotong suku bunga ke tingkat terendah
dalam hampir satu dekade demi mendorong pertumbuhan ekonomi negara itu,
namun bursa India terperosok gara-gara serangan teroris di Mumbai yang
menewaskan 80 orang.

BHP Billiton Ltd yang volume penjualannya
ke China berlipat dalam dua tahun terakhir ini, naik 5,5 persen setelah
China menurunkan suku bunga pada tingkat terendah dalam 11 tahun
terakhir sehingga harga-harga komoditas merangsek lagi ke atas.

Harga
saham Komatsu Ltd yang menguasai 17 persen pasar alat-alat berat di
China menguat 4,7 persen, namun indeks berjangka S&P CNX Nifty
kumpulan saham-saham India di Singapura tertekan 1,8 persen setelah
sekelompok orang bersenjatakan senapan mesin dan granat menyerang hotel
bintang lima di India.

Di bursa Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific
terangkat 1,5 persen menjadi 81,30 poin yang adalah kenaikan ketiga
kali berturut-turut di pekan ini, namun gaungnya masih belum bisa
mengangkat indeks ke titik sebelum krisis global mempengaruhi bursa
Jepang di mana selama krisis indeks telah jatuh 49 persen.

Pagi
ini waktu Tokyo, indeks Nikkei 225 terkatrol 2,7 persen menjadi
8.432,86 poin, sementara di bursa saham Asia lainnya indeks rata-rata
dibuka menguat.

Bank Rakyat China (bank sentral China) kemarin
memangkas suku bunga pinjaman acuan sebanyak 108 basis poin menjadi
5,58 persen, kurang dari tiga minggu setelah pemerintah mengumumkan
paket stimulus ekonomi senilai 4 triliun yuan (586 miliar dolar AS).

Di
kawasan lain, Uni Eropa juga menggelontorkan paket serupa namun
nilainya lebih rendah, 256 miliar dolar AS atau 200 miliar euro.

China
adalah mitra dagang terbesar Jepang dan Australia sekaligus penyumbang
terbesar bagi pertumbuhan ekonomi dunia selama tahun lalu.

Paul Volcker

Beberapa
jam sebelum bursa Asia dibuka, di New York, indeks Standard &
Poor's 500 memotong kecenderungan turunnya dengan berbalik naik 3,5
persen dan mencatat kenaikan 18 persen dalam empat hari belakangan ini.

Pengumuman
Presiden terpilih Barack Obama tentang penunjukkan mantan Gubernur
Federal Reserve Paul Volcker sebagai kepala dewan penasihat ekonomi
telah memulihkan kepercayaan pasar.

"Pencalonan Volcker membuat
kebijakan ekonomi Obama menjadi lebih jelas. Para investor kini
menunggu pemerintah mengimplementasikan langkah-langkah lebih tegas
untuk memajukan ekonomi AS," kata Mitsushige Akino, yang bekerja pada
bank investasi Ichiyoshi Investment Management Co yang mengelola dana
468 juta dolar AS.

Di samping BHP dan Komatsu, saham besar
lainnya seperti Fortescue Metals Group Ltd yang menjual bijih besi
kepada dua dari lima produsen baja terbesar China, naik 9,9 persen
menjadi 1,89 dolar Australia.

"Kami percaya pasar telah menemui
landasan bisnis jangka pendeknya dan ini menuntut strategi yang lebih
agresif lagi," kata Xue Lan, kepada riset Citigroup di Hong Kong.

Krisis
kredit dan gelombang gagal bayar pada lembaga-lembaga keuangan yang
jumlahnya mencapai 1 triiun dolar AS telah mendorong bank sentral dan
pemerintah seluruh dunia berbarengan memotong suku bunga dan menggenjot
konsumsi untuk menahan kontraksi ekonomi global.

Dana Moneter
Internasional memperkirakan, bulan ini AS, Eropa dan Jepang akan
mengalami resesi simultannya yang pertama di era pasca Perang Dunia
Kedua.

Di New York, harga minyak mentah untuk pengiriman Januari
naik 7,2 persen menjadi 54,44 dolar AS, atau turun 63 persen dari rekor
harga tertinggi 147,27 dolar AS yang dicetak pada 11 Juli 2008,
demikian pula dengan harga transaksi berjangka Tembaga yang untuk
pengiriman Maret nanti naik 2,3 persen.

Panasonic Corp yang
sahamnya telah diturunkan skalanya oleh Merrill Lynch & Co setelah
produsen barang elektronik terbesar dunia ini memotong proyeksi besaran
laba operasionalnya lebih dari 30 persen, melemah 4,1 persen menjadi
1.292 yen.

"Perekonomian global tetap memburuk dan ini bukan
masanya bagi investor untuk merasa aman. Volume transaksi yang tipis
menunjukkan betapa orang tidak yakin dengan masa depan pasar," kata
Akino.


forum google international
PROFITRELOAD BISNIS POPULER
http://profitreload.com/?id=oliv


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

0 comments:

300x250