Subscribe

Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Thursday, August 7, 2008

Theo Sambuaga Imbau Thailand dan Kamboja Selesaikan Konflik

Theo Sambuaga Imbau Thailand dan Kamboja Selesaikan Konflik
http://iklansindo.blogspot.com/
Jakarta
(ANTARA News) - Konflik dua anggota ASEAN, Thailand dan Kamboja, yang
berawal dari sengketa perbatasan tempat beradanya Candi Preah Vihear,
sebaiknya diselesaikan secara persahabatan sehingga tidak
berlarut-larut.

"Kami prihatin atas kejadian itu, dan kami sarankan agar konflik
perbatasan itu segera bisa diselesaikan di meja perundingan dengan
semangat persahabatan ASEAN," kata Theo L. Sambuaga, Ketua Komisi I DPR
yang membidangi masalah luar negeri, di Jakarta, Jumat.

Ia menyatakan prihatin saat mendengar, angkatan bersenjata kedua negara
telah berhadap-hadapan, dan mengimbau kedua pihak saling mengendalikan
diri untuk tidak mencetuskan keributan.

"Kalau ketegangan itu berlarut-larut, kita khawatir akan terjadi
ekskalasi. Konflik bersenjata jelas akan merugikan stabilitas kawasan
Asia Tenggara. Karena itu, sebaiknya kita dorong mereka melakukan
dialog," katanya.

Menlu kedua negara telah berupaya melakukan dialog, namun masalahnya belum terpecahkan.

Ketua Komisi I mengharapkan, agar persoalan itu tidak dibawa ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Ketua DPP Partai Golkar ini berkeyakinan, konflik perbatasan kedua
negara bisa diatasi dengan semangat bertetangga baik, apalagi dalam
lingkup ASEAN.

Ia juga mengimbau negara-negara ASEAN untuk memberikan sumbangan
pemikiran bagi penyelesaian masalah yang dihadapi Thailand-Kamboja.

"Kita akan siap kalau diminta sebagai penengah, tapi hendaknya jangan melibatkan pihak ketiga di luar ASEAN," katanya.

Sebelumnya, Sekjen PBB Ban Ki-moon juga menilai konflik dapat dicairkan hanya melalui solusi politik.

Ban Ki-moon menyatakan hal itu dalam pernyataan tertulisnya pada
seminar Konferensi Internasional Cendekiawan Islam (ICIS) III di Hotel
Borobudur, Jakarta, Rabu pekan lalu.

Sementara itu, PM Kamboja Hun Sen juga berharap, Thailand dan Kamboja
harus melupakan masa lalu dalam perselisihan atas candi Hindu berumur
900 tahun itu.

"Kita tidak boleh membawa negara kita ke perang akibat sengketa di
perbatasan kita," kata Hun Sen, dalam siaran langsung televisi
baru-baru ini.

"Kita perlu tinggal bersama sebagai tetangga baik sampai puluhan ribu
tahun mendatang. Kita perlu membatasi perselisihan kita dan
mengutamakan kerjasama dwipihak, termasuk perdagangan," katanya.

Hun Sen juga mengharapkan pertemuan lagi antara kedua Menlu di Thailand
pada 18 Agustus dapat membantu mempersempit perbedaan


forum google international
PROFITRELOAD BISNIS POPULER
http://profitreload.com/?id=oliv


Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist. Download sekarang juga.

0 comments:

300x250