Subscribe

Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Monday, August 18, 2008

Bin Laden Grup Investasi Rp14 Triliun Di Sultra

Bin Laden Grup Investasi Rp14 Triliun Di Sultra

http://anticukur.blogspot.com/
http://www.bisnis-investor.com/?id=oliv

Kendari
(ANTARA News) - Konsorsium pangan negara-negara Timur Tengah melalui
Bin Laden Grup berencana menanamkan modalnya senilai Rp14 triliun di
Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ketua Penasehat Gubernur Sultra Bidang Investasi dan Perdagangan, Prof.
Dr. La Ode Masihu Kamaluddin di Kendari, Senin, mengatakan, nota
kesepahaman antara Pemprov Sultra dengan Bin Laden Grup ditandatangani
di Jakarta, 14 Agustus 2008 lalu.

Pemerintah Provinsi Sultra diwakili oleh Ketua Penasehat Gubernur
Bidang Investasi dan Perdagangan, Masihu Kamaluddin, sedangkan Bin
Laden Grup diwakili Ketua Konsorsium Pangan Timur Tengah, Hasan
Mohammad Bin Laden.

Penandatangan nota kesepahaman dilakukan di Kantor Ketua Penasehat Presiden RI untuk Timur Tengah, Alwi Shihab.

Masihu Kamaluddin mengatakan, rencana pengembagan investasi ketahanan
pangan di Sultra dalam bentuk penanaman modal asing (PMA) dengan
kebutuhan lahan sekitar seluas 160 ribu hektare untuk pengembangan
tanaman padi asal Saudi Arabia bersama pembangunan infrastruktur
pertanian.

"Yang sudah disepakati dalam kerjasama tersebut baru seluas 80 ribu
hektare.Secara hukum telah terjadi ikatan antara Pemprov Sultra dengan
Konsorsium Pangan Timur Tengah, oleh karena itu, mereka akan datang
dengan membawa bibit, alat teknologi, uang dan manajemen," ujarnya.

Ia mengharapkan kepada instansi terkait di jajaran Pemprov Sultra agar
segera mengidentifikasi lahan yang cocok karena paling lambat setelah
bulan Suci Ramadhan, Bin Laden Grup sudah berada di Sultra untuk
melakukan survei.

Menurut Masihu Kamaluddin, Bin Laden Grup merupakan salah satu
konsorsium yang memberikan subsidi pangan kepada sejumlah negara teluk,
antara lain Saudi Arabia, Qatar dan Bahrain.

Ia juga mengatakan, sejak tahun 2000 sampai 2006 harga pangan dunia
naik sampai 75 persen yang disertai krisis pangan disinyalir karena
pengaruh pemanasan global dan perubahan iklim yang menyebabkan
negara-negara agroindustri terancam.

Negara-negara gurun pasir yang mengandalkan sejumlah negara berkembang
sebagai lumbung pangan, seperti Pakistan, India, Banglades dan Thailand
ikut terancam.

Oleh karena itu, kata dia, negara-negara di Timur Tengah memandang
Indonesia tidak termasuk kategori negara krisis pangan. "Ini harapan
dan tantangan yang harus dijawab oleh Indonesia," kata Masihu
Kamaluddin yang juga mantan Staf Ahli Wapres, Hamzah Haz.

"Saat ini, negara-negara Timur Tengah memiliki kelebihan uang karena
harga minyak dunia terus melonjak, namun di sektor pangan terancam.
Konsorsium Pangan negara-negara Timur Tengah melirik Indonesia sebagai
negara yang aman untuk lumbung pangan jangka panjang," katanya.


forum google international
PROFITRELOAD BISNIS POPULER
http://profitreload.com/?id=oliv


Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

0 comments:

300x250