Subscribe

Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Wednesday, July 23, 2008

DJ Samantha Ronson visits her gal pal on set. La Lohan's frown suggests there may be trouble in paradise




DJ Samantha Ronson visits her gal pal on set. La Lohan's frown suggests there may be trouble in paradise.


arthasewu
google ruby
google ruby



Sejak : 12 May 2007
Post : 144
Localisation : jakarta

PostSubyek: bisa saja terjadi ada Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang nantin   Today at 10:13Balas dengan kutipan Ubah/Hapus pesan Hapus post ini

Penyerapan BLT Baru Mencapai 48,10 Persen

Jakarta
(ANTARA News) - Meskipun penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) oleh
PT Pos Indonesia telah dilakukan sejak dua bulan lalu, tingkat
penyerapan program kompensasi kenaikan harga BBM tahap pertama di
seluruh Indonesia itu baru mencapai 48,10 persen.

Padahal pada bulan September penyaluran tahap selanjutnya untuk periode September-Desember harus dimulai.

"Jika tahap pertama untuk periode Juni-Agustus belum selesai, kita
tetap akan mulai menyalurkan bantuan untuk tahap kedua pada 1
September. Prinsipnya tahap pertama dan kedua harus selesai pada tahun
ini," kata Manajer Komunikasi Perusahaan PT Pos Indonesia, Joesman
Kartaprawira, kepada ANTARA, Kamis.

Dengan demikian, tambahnya, bisa saja terjadi ada Rumah Tangga Sasaran
(RTS) yang nantinya menerima BLT sebesar Rp700.000, yaitu penerimaan
jatah BLT secara kumulatif untuk tujuh bulan.

Menurut data PT Pos Indonesia hingga Kamis pukul 08.30 WIB, PT Pos
telah membagikan BLT kepada 9.148.306 RTS dengan nilai sebesar Rp2,744
triliun. Sedangkan total penerima BLT pada 2008 adalah 19.018.058 RTS
dengan nilai yang sudah dialokasikan sebesar Rp13,3 triliun.

Dijelaskannya, PT Pos menyadari bahwa pada saat ini seharusnya
penyaluran BLT tahap pertama telah mencapai kisaran 60 persen lebih,
namun pihaknya yakin laju penyaluran akan semakin cepat lagi pada bulan
Agustus mengingat banyaknya verifikasi yang telah selesai di berbagai
wilayah di Indonesia.

Ditanya tentang dua provinsi yang belum juga melakukan penyaluran,
yaitu Provinsi Kalimantan Tengah dan Provinsi Maluku, Joesman
menjelaskan, hal tersebut terjadi akibat kebijakan dari pemerintah
daerah kedua wilayah tersebut.

"Mereka menginginkan penyaluran BLT dilakukan secara serempak di
wilayah itu setelah seluruh proses verifikasi selesai, tidak seperti di
wilayah lainnya. Dan seharusnya saat ini sebagian besar verifikasi
sudah selesai," jelasnya.

Proses verifikasi yang dimaksud adalah verifikasi yang dilakukan oleh
petugas di kantor pos, BPS setempat dan aparat daerah, seperti pengurus
RT, RW, Kelurahan, atau kecamatan untuk mengetahui apakah penerima BLT
yang telah terdata masih berdomisili di wilayah tersebut.

Ditambahkannya, jikalau proses verifikasi tidak selesai seluruhnya
hingga akhir Agustus, maka pihaknya juga akan memberikan jatah BLT
secara kumulatif untuk tahap pertama dan kedua sebesar Rp700.000 per
RTS.

"Memang untuk verifikasi itu butuh kesepakatan dengan aparat setempat,
tapi bukan berarti mereka menjadi penyebab terjadinya kelambatan
penyaluran," jelasnya.

Sebelumnya, Deputi Kemeneg PPN/Bappenas bidang evaluasi kinerja
pembangunan Bambang Widianto mengatakan, pemda disinyalir terlalu ikut
campur dalam proses pencairan BLT, baik itu dalam proses verifikasi
atau mekanisme penyaluran.

"Nanti kan ada verifikasi dari BPS secara keseluruhan pada September ini," katanya. (*)




forum google international
PROFITRELOAD BISNIS POPULER
http://profitreload.com/?id=oliv


Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.

0 comments:

300x250